Sunday, July 24, 2011

Mau Beasiswa Master di Leiden ?


Tersedia beasiswa untuk melanjutkan studi S-2 di Universitas Leiden, Belanda. Untuk perkuliahan yang akan dimulai pada Februari 2012, batas waktu aplikasi 1 Oktober 2011. Beasiswa ini untuk kandidat yang berasal dari negara non-Uni Eropa.

Program yang ditawarkan:
- Master of Laws: Advanced Studies in Air and Space Law
- Master of Laws: Advanced Studies in European and International Business Law
- Master of Laws: Advanced Studies in International Tax Law
- Master of Laws: Advanced Studies in Public International Law
- MSc in International Relations and Diplomacy

Syarat pengajuan aplikasi:
- isi formulir pendaftaran secara online
- menyertakan seluruh dokumen yang dibutuhkan
- surat pernyataan/surat motivasi (ditulis dengan maksimum 500 kata yang mengindikasikan bahwa Anda layak dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa ini).

Informasi selengkapnya silakan mengunjungi website www.leidenuniv.nl.

Tuesday, May 10, 2011

Info Beasiswa DAAD ke Jerman


Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) atau organisasi bersama dari institusi pendidikan tinggi dan asosiasi mahasiswa Jerman kembali menawarkan beasiswa program studi pascasarjana di perguruan-perguruan tinggi di Jerman.

Beasiswa untuk tahun akademik 2012/2013 ini sudah dibuka sejak Maret 2011 dan hanya ditujukan bagi para profesional muda dengan latar belakang studi tertentu. Target kandidat yang bisa meraih beasiswa ini antara lain staf pengajar, peneliti dan akademisi kampus.

Pelamar disyaratkan memiliki pengalaman minimal 2 tahun di instansi pemerintah maupun swasta di bidang-bidang yang meliputi bidang Ekonomi/Bisnis Administrasi/Politik Ekonomi, Kerjasama Pembangunan, Teknik, Matematika, Perencanaan Wilayah, Pertanian, Kesehatan, Sosial/Pendidikan dan Hukum, serta Ilmu Komunikasi.

Studi melalui program beasiswa ini dilaksanakan selama 12-36 bulan dengan bahasa pengantar Jerman atau Inggris, tergantung pilihan program. Bagi yang berminat, batas usia pelamar minimal 36 tahun saat mendaftar beasiswa ini.

Pelamar juga harus memiliki ijazah sarjana dengan IPK minimal 2,75 (untuk program Master) dan 3,00 untuk kandidat Doktor. Selain itu, pelamar juga harus memiliki skor TOEFL minimal 550 (paper based)/213 (computer based)/80 (internet based), atau IELTS minimal 6,00.

Informasi lengkap program beasiswa ini bisa disimak di http://www.daadjkt.org. Batas waktu pengiriman aplikasi ditunggu sampai 28 Juli 2011.

Info Beasiswa S-2 ke Lima Negara!


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) kembali menawarkan kesempatan beasiswa pendidikan S-2 di luar negeri untuk tahun akademik 2011/2012. Hanya, tawaran ini berlaku khusus bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga kementerian dan non-kementerian termasuk TNI/POLRI, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta karyawan dan karyawati swasta yang berhubungan dengan bidang teknologi dan informasi.

Beasiswa akan diberikan kepada para pelamar yang dinilai memenuhi persyaratan mengikuti program pendidikan S-2 di perguruan-perguruan tinggi di Belanda, Jerman, Jepang, Korea Selatan, serta Australia, yang telah ditetapkan pihak Keminfo.
Kandidat wajib memilih program studi sesuai bidang-bidang studi yang juga telah ditetapkan Keminfo, serta khusus bagi kandidat yang mendapatkan tugas akhir berupa penelitian, wajib menyelesaikan penelitian dengan tema/topik sesuai visi dan misi Keminfo.

Pelamar akan mendapatkan prioritas jika saat ini telah memiliki Surat Penerimaan (Letter of Acceptence) dari perguruan tinggi yang telah ditetapkan Keminfo (daftar bidang studi dan perguruan tinggi terlampir) dan surat tersebut telah mendapatkan verifikasi dari Keminfo.

Sebagai syarat utama lainnya, pelamar telah lulus sarjana (S-1), memiliki IPK minimal 2.90 (dari skala 4), memiliki nilai Institutional TOEFL (ITP) minimal 550 atau IELTS minimal 6.5, serta mmiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550, serta mendapatkan rekomendasi dari pejabat berwenang. Kandidat yang diutamakan adalah yang telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun dan berusia maksimal 35 tahun.

Bagi yang berminat, pendaftaran dan penyerahan berkas lamaran beasiswa paling lambat 4 April 2011 mendatang. Informasi lebih detail mengenai beasiswa ini bisa dilihat dan diunduh langsung di http://www.depkominfo.go.id.

Beasiswa ke AS untuk SMA/D3



Salah satu program beasiswa dalam Fulbright Scholarship yang ditawarkan kepada pelajar Indonesia adalah Community College Initiative Program (CCIP). Program beasiswa studi nirgelar ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pelajar untuk mengembangkan profesionalitas mereka di tingkat community college di Amerika Serikat (AS).

Adapun bidang-bidang studi yang diprioritaskan menerima beasiswa ini adalah pertanian, teknik, bisnis dan administrasi, ilmu kesehatan (keperawatan), teknologi informasi, media, dan manajemen kepariwisataan.

Bagi yang berminat, pelamar disyaratkan memiliki ijazah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Diploma (D-1, D2 atau D3). Syarat lainnya, nilai ITP minimum 500 (IELTS 5.0) atau TOEIC 650.

Memang, lulusan sarjana (S-1) juga diperbolehkan mendaftar. Hanya saja, latar belakang pendidikannya harus berbeda dengan bidang yang akan diambil. Sementara mahasiswa atau lulusan program S-2 atau S-3 tidak dapat mengikuti program ini.
Informasi mengenai beasiswa ini bisa dilihat http://www.aminef.or.id. Batas waktu pengiriman aplikasinya masih panjang, yaitu sampai 1 November 2011

Dibuka, Beasiswa Lulusan SMA ke Jepang!




Kedutaan Besar Jepang membuka pendaftaran bagi siswa-siswi lulusan SMA Indonesia untuk mendapatkan beasiswa kuliah mulai tahun akademik 2012 dari Pemerintah Jepang atau Monbukagakusho. Beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang itu ditawarkan untuk menempuh studi jenjang D-2, D-3, dan S-1.

Bagi yang berminat, pelamar bisa mengambil formulir pendaftaran di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan, serta Kantor Konsuler Jepang di Makassar mulai 9 Mei. Usia pelamar diutamakan harus lahir antara tanggal 2 April 1990 dan 1 April 1995, memiliki nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,0 untuk program D-2 dan D-3. Adapun untuk program S-1 nilai minimalnya adalah 8,4.

Bagi pelamar di luar wilayah kantor Kedutaan Besar atau Konsulat Jepang tetap bisa mendaftar. Mereka dapat melamar melalui surat yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Jepang di Jl MH Thamrin 24, Jakarta Pusat, 10350, atau ke konsulat di Surabaya, Medan, dan Makassar.

Adapun surat harus berisi nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, program pilihan (D-2< D-3< atau S-1), tiga bidang studi yang ingin dipelajari, serta lampiran fotokopi rapor, ijazah, serta nilai ijazah. Pelamar yang lolos syarat administrasi akan dipanggil untuk mengikuti sesi wawancara.

Pengembalian formulir paling lambat 10 Juni 2011. Seiko Namba, Atase Pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (10/5/2011), mengatakan pelamar yang lolos akan belajar bahasa Jepang selama enam bulan.

Untuk informasi lebih lanjut, pelamar bisa menghubungi Kedutaan Besar Jepang Bagian Pendidikan di 021-3192-4308 Ext 175, 176. Informasi lebih jelas juga bisa dilihat di http://www.id.emb-japan.go.jp

Source: IB

Sunday, May 8, 2011

Anak Kediri Penemu Teknologi 4G



Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya”.

Pada tahun 2006, Khoirul pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu. Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya. Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. “Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi,” kata Khoirul mengenang masa lalunya.

Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi. Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. “Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa.” katanya.

Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. “Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul. Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor.

Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri. Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. “Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia,” kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

Kini, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. “Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun,” Khoirul menjelaskan.

Source: sandiaga-uno.com

Siswa Indonesia Juara Desain di Turki



JAKARTA, KOMPAS.com — Demam bersepeda di Tanah Air akhir-akhir ini seperti memberikan ilham bagi Yusman Ahmad Nur (15) dan Anisa Naziha (15) untuk berprestasi di kancah internasional. Lewat karya inovatif berjudul "Environmental Cycle", kedua siswa SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy), Jawa Timur, itu memenangkan medali emas untuk kategori High School (SMA) pada kompetisi desain bergengsi internasional, yaitu "Dreamline 7th International Design Olympiad 2011", 9-10 April, di Ankara, Turki.

Lewat karya inovatifnya itu, Yusman dan Anisa berhasil menyingkirkan 6.150 peserta lain dari 43 negara. Environmental cycle adalah inovasi mereka berdua dalam memanfaatkan energi potensial pegas yang dapat menghemat tenaga pengendara sepeda hingga 680 persen, atau hampir tujuh kali lebih hemat tenaga. Bila menggunakan sepeda biasa, seorang pengendara sepeda harus mengayuh hingga 160 kali untuk menempuh jarak 1 kilometer. Namun dengan environmental cycle ini, ia cukup mengayuh 23 kali saja.

"Ide ini berawal dari kekhawatiran kami akan semakin minimnya sumber mineral yang dikarenakan oleh tingginya penggunaan kendaraan bermotor. Tingkat polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor juga semakin tinggi. Salah satu solusi atas permasalahan ini sesungguhnya adalah dengan mengajak masyarakat luas untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi harian," kata Yusman dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (14/4/2011).

"Namun sering kali kami mendengar keluhan bahwa mengendarai sepeda terlalu melelahkan. Dari permasalahan inilah kami mendapatkan ide untuk menciptakan sepeda yang dapat meringankan upaya penggunanya melalui efisiensi kayuhan," tambahnya.

Dengan keterbatasan dana, Yusman dan Anisa, yang masih duduk di tingkat 10 (kelas 1) ini, memanfaatkan berbagai barang bekas di sekitar sekolah untuk membangun prototipe sepeda impian mereka itu. Prototipe sepeda dibuatnya dari mesin fotokopi bekas, mesin sepeda motor bekas, serta pegas tua dari sebuah toko barang loak.

Kini, berkat kemenangan itu, Yusman dan Anisa meraih hadiah uang sejumlah 3.500 lira atau senilai kurang lebih Rp 20 juta. Keduanya berencana menggunakan dana tersebut untuk membiayai penelitian-penelitian mereka berikutnya. Mereka juga berencana memperoleh hak paten atas hasil karya mereka ini.

"Keberhasilan dari Yusman dan Anisa ini membuktikan bahwa sesungguhnya anak-anak Indonesia memiliki potensi dan talenta yang besar serta kecerdasan yang tinggi. Yang dibutuhkan hanyalah akses terhadap pendidikan yang berkualitas agar dapat bersaing di kancah global," kata Nenny Soemawinata selaku Managing Director Putera Sampoerna Foundation yang membidani kelahiran SMAN 10 Sampoerna Academy.

Adapun Yusman dan Anisa adalah dua siswa yang memiliki prestasi akademik gemilang meskipun berasal dari keluarga prasejahtera. Keduanya, seperti halnya 300 siswa berprestasi lainnya, kini bersekolah di SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy).

Source: KOMPAS

Peneliti Indonesia Raih Medali Emas di Geneva Inventions 2011


Ajang pameran hasil-hasil penemuan ilmiah yang digelar di Geneva Palexpo, Swiss baru saja berakhir pekan lalu. Pameran bertajuk The 39th International Exhibition of Inventions of Geneva tersebut diikuti oleh lebih dari 700 penemu dari 45 negara yang memamerkan hampir 1000 hasil-hasil penemuan penting dari seluruh dunia. Di antara pesertanya yang mendapat salah satu penghargaan terbaik dari dewan juri adalah Janwar Nurdin, peneliti Indonesia yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa doktor di King Saud University (KSU) Arab Saudi. Ia bersama tim dari KSU berhasil meraih medali emas atas penemuan insulator ramah lingkungan untuk konservasi air dan energi. Hasil penemuan yang didapatkan timnya dari penelitian selama tiga tahun terakhir ini dipamerkan serta dipresentasikan dengan judul "Palm-based Insulators for Comfortable Water Temperatures in Overhead Tanks". Penemuan ini dianggap sangat menjanjikan untuk proyek-proyek konservasi air dan penggunaan listrik di masa depan, sehingga tim juri internasional yang terdiri dari 85 pakar dan ahli dari berbagai latar belakang memutuskan layak untuk mendapat salah satu penghargaan yang membanggakan tersebut.

Peneliti yang juga memiliki laman web pribadi di jnurdin.net ini berharap semoga apa yang berhasil diraihnya dapat memberi dorongan positif bagi peneliti-peneliti Indonesia lainnya. "Ada potensi demikian besar di kalangan peneliti di tanah air, namun sejumlah hal menghalangi mereka untuk menampilkan karya-karyanya di pentas dunia, penyebabnya bisa karena kurang informasi, kendala bahasa atau karena tersitanya energi pada hal-hal yang tidak berkaitan dengan dunia riset. Dana penelitian yang minim, urusan karir, birokrasi dan kurangnya apresiasi bangsa sendiri dibanding bangsa lain adalah di antara kisah ironi yang sudah sering kita dengar," paparnya.

Berdasarkan informasi resmi dari situs inventions-geneva.ch, pameran internasional yang di gelar setiap tahun oleh Organisasi Hak Intelektual Sedunia (World Intellectual Property Organization, WIPO) ini dianggap ajang terpenting di dunia karena mempertemukan ratusan pemegang hak paten dari seluruh dunia dengan kalangan investor, pebisnis dan dunia industri. Tercatat hampir 60 ribu pengunjung memadati arena pameran yang hanya berlangsung selama lima hari tersebut, meningkat lebih dari 5 ribu pengunjung dibanding tahun lalu. (AM)

Source: milis PARAKONTEL